PMR MADYA SMP NEGERI 1 TALANG TEGAL SIAMOE...... PMR MADYA SMP NEGERI 1 TALANG TEGAL SIAMOE...... PMR MADYA SMP NEGERI 1 TALANG TEGAL SIAMOE......

MASTULANG (Majalah Siswa SMPN 1 Talang)



TEBAK  TEPAT  SILANG  ( TTS )  BAHASA  INDONESIA

1.

2.


3.


4.
5.

6.
7.

8.















9.







10.








11.






















12.








13.





14.
15.





16.












17.





























18.

19






20.












21.


















22.


23.
24.



25.


26.


27.













28.

29.





30.





















31.











32.








33.



34.




35.





36

37.


















38.
39.
40.

41.


42.

43.





44.
















45.
46.

47.



48.





49.








50.






51.








P E R T A N Y A A N
M E N D A T A R :                                                                             M E N U R U N :
1.  Narasumber, pemakalah                 38. Benda cair                1.  Ceramah, khotbah                   25. Binatang padang pasir
6.  Plot, jalan cerita                                41. Khayal, rekaan         2.  Gaya bahasa                             27. Salah satu warna
9.  Garansi, tanggungan                        43. Tanda baca               3.  Pengetahuan MIPA                 29. Khayalan
10. Tusukan, tohokan                            44. Satu (Inggris)            4.  Pemain film, sinetron,            33  Bumi, tanah tumpah
11. Rasa garam                                       45. Akhiran                           drama  (perempuan)                     darah
14. Tidak hadir, tidak masuk                48. Saat, masa, tempo  5.  Bergerak ke atas                      34. Anak kembar
17. Majas penginsanan (benda mati  49. Tepat sasaran,          6. Harapan, dambaan,                 37. Tatkala, waktu
       diumpamakan benda hidup)               tidak meleset                 semangat                                  39. Di dalam (Inggris)
18. Hal mengenai pendidikan              50. Surat tanda lulus      7.  Panca                                        40.  Berkah, persetujuan
20. Nama buah                                              belajar                       8. Tanggapan, reaksi                    42.  Murid      
22. 100 tahun                                         51. Buku, kitab              12. Karangan berupa cerita          46.  Undang Undang               
24. Sopan                                                                                         13. Kalimat pendek, menarik,              Sekolah
26. Kualitas                                                                                             untuk menginformasikan       47.  Kasihan
27. Imbuhan sisipan                                                                              sesuatu
30. Berita nyata yang sedang hangat                                           15.Akbar, agung
       dibicarakan                                                                                16.Karangan berupa pendapat
31. Halilintar, guruh                                                                        17.Kata depan
32. Saya, beta                                                                                   20.Latar dalam cerita
35. Telungkup, merunduk                                                              21.Kalimat tunggal
36. Teko, poci                                                                                   23.Karangan berupa
                                                                                                                 Penggambaran, pelukisan


APA NAMA JEPANGMU???

A = Ka                      K = Me                      U = Do

B = Zi                       L = Ta                       V = Ru
C = Mi                       M = Rin                     W = Mei
D = Te                      N = To                      X = Na
E = Ku                       O = Mo                     Y = Fu
F = Lu                       P = No                       Z = Zi
G = Ji                       Q = Ke
H = Ri                       R = Shi
I = Ki                                S = Ari
J = Su                      T = Chi

Contoh:
Yopi = Fudonoki
Dodi = Temoteki
Anto = Katochido
Rini = Shikitoki
Yani = Fukatoki
Muji = Rindosuki
                                                                                By: Edi prianto

Naik Angkot
Kamis tanggal 26 Maret 2015 saat menjelang maghrib seorang perempuan paruh baya pulang dari pasar Slawi setelah seharian berjualan kacang Bogares. Perempuan tersebut naik angkot jurusan Balamoa. Karena ingat bahwa sore itu Kamis malam Jum’at kliwon tak lupa perempuan tersebut membeli sebungkus bunga yang rencananya buat ziarah kubur. Angkot ngetem menanti ada penumpang lagi. Ternyata hampir maghrib tidak juga ada tambahan penumpang. Sang sopirpun memutuskan untuk memberangkatkan angkotnya walaupun penumpang hanya seorang. Perlahan angkot mulai bergerak meninggalkan kota Slawi. Karena seharian lelah berdagang  perempuan tersebut tertidur di dalam angkot. Setelah bergerak melintasi jembatan Kagok, perempuan tersebut terbangun. Pandangannya ke arah kiri tampak agak gelap pohon besar yang menyeramkan, beralih ke kanan dilihatnya kuburan yang sepi. Seluruh tubuhnya mulai merinding, hati berdebar, bulu kuduknya berdiri dan alangkah terkejutnya perempuan tersebut setelah memandang ke arah jok sopir. Ternyata angkot bergerak tanpa sopir. Terlintas di benak perempuan tersebut bahwa hari itu kamis malam jum’at kliwon. “Kayane ra beres angkot kiye”, begitu guman perempuan itu dalam hati. Karena saking takutnya berteriaklah perempuan itu, “ Tolong , Tolong ,  Tolong  “. Dari luar angkot sayub-sayub terdengar suara, “ Aja gemboran bae, bantu dorong ya kena owh ! “.
( Mas To )

Baru punya HP
Pak Min dan Pak To dua sahabat yang sama-sama baru punya HP.
Pak Min : To ngapain kamu megangin pagar rumah aja?
Pak To   :  Iyah nich Min, aku lagi mau ngisi pulsa.
Pak Min : Terus apa hubungan ngisi pulsa dengan megangin pagar rumah? Telpon aja operatornya pasti beres.
Pak To  :  Itu dia masalahnya, operator nyuruh “ tekan pagar “, tapi udah ditekan beberapa kali masih juga gak masuk pulsanya, jempolku sampai lecet nich.
Pak Min : Ini sih belom seberapa To, gua lebih kecewa lagi dikerjain operator.
Pak To   : Emang kenapa Min ?
Pak Min : Kamu masih mending To cuma disuruh mencet pagar, lah gua disuruh “mencet bintang”, emang gua Gatutkaca apa? Disuruh terbang ke langit sono !!!
                 Udah gila kali ya tuh operator.
Pak To  : ……
( Mas To )





ASAL-USUL NAMA BRUG ABANG
Brug abang adalah nama sebuah jembatan yang membentang di atas kali Gung, tepatnya di daerah bendungan Pesayangan, kecamatan Talang, Kabupaten Tegal. Jembatan ini dibangun antara tahun 1918-1921 dengan ukuran ± 5 m x 50 m dan berbahan besi. Tidak ada warna merah di jembatan ini, bahkan kanan kiri bangunan yang terbuat dari besi cenderung berkarat. Namun masyarakat lebih mengenal jembatan ini dengan nama Brug Abang.
Sejarah penamaan Brug Abang tidak lepas dari sejarah yang terjadi di daerah Tegal antara bulan Oktober sampai Desember 1945, atau lebih dikenal dengan sebutan Peristiwa Tiga Daerah. Disebut demikian karena peristiwa ini terjadi di tiga daerah kabupaten, yaitu Brebes, Tegal, dan Pemalang.Peristiwa Tiga Daerah ditandai dengan pengambilalihan kekuasaan di tingkat lokal di tiga kabupaten yang dilakukan oleh pembrontak yang banyak dipengaruhi oleh unsur kiri  (komunis). Berdasarkan rapat di markas AMRI Slawi pada tanggal 3 November 1945, direncanakan penyerangan ke Kota Tegal. Keesokan harinya, pada tanggal 4 November 1945 gerombolan massa bergerak menuju kota Tegal. Sekelompok menyerang markas TKR, pasar pagi, dan menduduki alun-alun kota. Pemimpin-pemimpin pemberontakan dalam peristiwa tiga daerah memaksa para pejabat dan elite birokrat, terutama Bupati dan Pejabat Kotapraja untuk menyerahkan kekuasaan. Bupati Tegal R. Sunarjio dan Pejabat Kotapraja Tegal R. Sungeb Reksoatmodjo terpaksa menyerahkan kekuasaan. Selain melakukan pergantian pejabat birokrat, mereka juga melakukan pembunuhan dan pembantaian.
Tempat pembantaian yang sangat mengerikan dalam peristiwa tiga daerah ada di jembatan bendungan Pesayangan. Gambar kekejaman itu bisa kita lihat pada relief sisi utara Monumen GBN Slawi. Orang yang paling bertanggung jawab dalam peristiwa ini adalah Kutil. Nama aslinya adalah Sakyani. Kutil merupakan seorang tukang cukur, ketua PERTUGI ( Persatuan Tukang Gunting Republik Indonesia ). Kutil dalam bahasa Jawa artinya bintik kecil. Jadi Kutil adalah nama julukan. Dalam tradisi jawa memang kadang seseorang dipanggil dengan nama julukannya, biasanya disesuaikan dengan ciri fisik orang tersebut.  Kutil-lah yang menjadi contoh terkenal dalam kepemimpinan di tiga daerah. Ia salah seorang pemimpin pemberontak dalam peristiwa tiga daerah yang paling menonjol peranannya, terutama dalam pembantaian di Bendungan Pesayangan.
Brug Abang adalah saksi bisu sejarah kelam republik ini pada awal kemerdekaan. Jembatan ini dijadikan tempat eksekusi para pamong praja, elite birokrat, dan orang-orang yang dianggap menentang / tidak sejalan dengan pendapat mereka. Mereka diarak keliling dengan iringan tetabuhan tombreng- tombreng.  Tradisi Dombreng merupakan sesuatu yang umum pada saat itu. Disebut Dombreng karena bunyi-bunyian yang berasal dari kaleng kosong yang dipukul-pukul berbunyi “ breng dong breng “. Sesampainya di jembatan, mereka dibunuh dan dibantai secara massal. Darah para korban pembantaian mengalir ke Sungai Gung, sehingga air sungai berubah warnanya menjadi merah. Sejak saat itu jembatan ini di sebut Brug Abang.


Pada bulan Desember 1945 peristiwa pembrontakan tiga daerah dapat dipadamkan. Para pemimpin pembrontakan yang bertanggung jawab dalam peristiwa tersebut ditangkap, termasuk Kutil. Di pengadilan Pekalongan tanggal 21 Oktober 1946 Kutil di jatuhi hukuman mati.


ADAB MENUNTUT ILMU
Assalamu’alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh
Kaum muslimin rahimakumullah,
Alhamdulillah marilah kita memanjatkan puji syukur yang tiada terhingga kepada Allah swt. Karena Dia telah memberi kita karunia dan nikmat yang sangat besar.
Sholawat serta salam kita sanjungkan kepada junjungan  Nabi Muhammad saw, berikut para keluarganya,para sahabatnya,para ulama dan segenap pengikutnya semoga kita mendapatkan syafa’atul udzma di hari kiamat  amin ya rabbal alamin.
Kaum muslimin rahimakumullah,
Dalam kehidupan beragama, ilmu pengetahuan adalah sesutau yang wajib dimiliki, karena tidak akan mungkin seseorang mampu melakukan ibadah yang merupakan tujuan diciptakannya manusia oleh Allah, tanpa didasari ilmu. Minimal, ilmu pengetahuan yang akan memberikan kemampuan kepada dirinya, untuk berusaha agar ibadah yang dilakukan tetap berada dalam aturan-aturan yang telah ditentukan. Dalam agama, ilmu pengetahuan umum, adalah kunci menuju keselamatan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat selama-lamanya.
Karena pentingnya ilmu dan banyaknya faidah yang terkandung di dalamnya, para ulama menyimpulkan bahwa menuntut ilmu adalah wajib, sesuai dengan jenis ilmu yang akan dituntut. Inilah hukum dasar menuntut ilmu, berdasarkan sabda Rasulullah SAW:



Artinya:  “Menunut ilmu hukumnya wajib bagi orang islam laki-laki dan orang islam perempuan”. (HR. Muslim).

Kaum muslimin rahimakumullah,
Ada beberapa hal yang seyogyanya seorang penuntut ilmu menghiasi diri dengannya, karena hal itu akan membantu dia dalam mencari ilmu atau mengokohkan ilmunya. Diantaranya:
1. Bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dalam firman-Nya:
"Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian bertakwa kepada Allah maka Allah akan menjadikan untuk kalian furqan (pembeda)." (Al Anfal: 29)
Dijelaskan oleh Ibnu Utsaimin, Allah akan menjadikan bagi kalian sesuatu yang bisa kalian pakai untuk membedakan antara yang hak dan yang batil, manfaat dan mudharat, dan ini masuk di dalamnya ilmu. Dimana Allah akan membukakan untuk seseorang ilmu-ilmu yang tidak dibukakan untuk selainnya. Karena dengan bertakwa akan diperoleh petunjuk, tambahan ilmu, dan tambahan hafalan. (Abdullah bin Mas’ud mengatakan: "Belajarlah, barangsiapa telah berilmu maka hendaknya beramal." Beliau juga berkata: "Sungguh aku menyangka bahwa seseorang akan lupa ilmunya dengan sebab dosa yang dia lakukan.").
2. Memulai dengan yang lebih penting.
Hal ini disebabkan karena terbatasnya kesempatan dan kemampuan, sementara ilmu yang akan dituntut sangat banyak. Dan sungguh bagus ucapan seorang penyair:
Ilmu itu jika kamu cari sangat banyak
Sedang umur untuk mendapatkannya terlalu pendek.
Maka mulailah dengan yang paling penting lalu yang penting.


3. Sabar dan kontinyu dalam menuntut ilmu.
Yahya bin Abi Katsir al Yamani berkata: Ilmu itu tidak bisa didapat dengan jasmani yang santai. (Riwayat Muslim dalam kitab Masajid Bab Auqat Shalawat Khams, lihat Jami Bayan Ilmi dengan tahqiq Abul Asybal no. 553)
Demikian pula sebagian salaf mengatakan: Ilmu, jika engkau berikan seluruh dirimu untuknya, dia akan memberimu sebagiannya. Begitulah para ulama terdahulu, mereka tidak mencapai derajat yang mereka capai kecuali dengan kesabaran dan kesinambungan dalam menuntut ilmu.
Imam Ahmad ditanya: Sampai kapan seseorang menulis hadits? Jawabnya: Sampai mati. Beliau pun mengatakan: "Saya menuntut ilmu sampai saya masuk liang kubur."
Ibnul Mubarak ditanya: Sampai berapa lama kamu akan menulis hadits? Jawabnya: Barangkali ada sebuah kata yang aku akan memanfaatkannya dan aku belum mendengarnya sama sekali).
Sufyan Ats Tsauri berkata: "Kita akan belajar terus selama kita mendapati ada yang mengajari kita."
4. Menulis
Yakni, menulis ilmu yang diperoleh baik dalam kajian atau dari bacaan atau yang lain. Dan jangan menerima ilmu hanya sepintas lalu karena hal ini akan menghilangkan ilmu yang didapat.
"Ikatlah ilmu dengan menulis." (HR. Al Khatib Al Baghdadi dalam Taqyidul Ilmi dan Ibnu Abdil Bar dalam Jami’ Bayan Ilmi no. 395 dari Anas bin Malik dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam footnote Kitab Ilmi karya Ibn Abi Khaitsamah )
Dalam bait syair dikatakan:
Ilmu adalah buruan dan tulisan adalah pengikatnya
ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat.
Termasuk dari kebodohan engkau berburu kijang
lalu kau tinggalkan lepas di antara manusia.
5. Menjaga ilmu.
Di antaranya dengan menjaga catatan. Oleh karena itu, semestinya menulis ilmu tersebut pada buku catatan yang layak, bukan sembarang kertas, sehingga hal ini akan membantu dia untuk menjaganya. Atau menjaga ilmu tersebut dengan menghafalnya sebagaimana yang dilakukan para ulama terdahulu maupun sekarang, di antara mereka adalah Al Hasan bin Ali katanya: "Saya hafal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sabdanya: Tinggalkan apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu." (HR. Tirmidzi dan Nasa’i dan Tirmidzi)
6. Mulazamah.
Yakni berguru kepada seorang ulama dan bersamanya dalam waktu yang lama.
Ibnu Utsaimin rahimahullah menjelaskan: Wajib bagi setiap penuntut ilmu untuk memohon pertolongan kepada Allah kemudian minta bantuan kepada para ulama dan memanfaatkan apa yang telah mereka tulis. Karena, kalau hanya dengan membaca dan mentelaah, membutuhkan waktu yang banyak. Ini berbeda ketika duduk dengan seorang yang alim yang bisa menerangkan kepadanya dan menunjuki jalannya. Saya tidak mengatakan bahwa ilmu tidak akan didapat kecuali dari seorang guru, akan tetapi cara yang paling baik adalah mengambil ilmu dari para guru.
                Demikian yang bisa saya sampaikan ,jika ada kesalahan maka hal itu karena khilaf dan kebodohan ilmu saya.Namun jika dalam materi itu dapat dipetik kebenaranya,maka hal itu semata-mata karena ilmu Allah. Mohon maaf segala kekuranganya.
Billahit taufiq wal hidayah,wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar